Manis..manis,
Kau satu-satunya lelaki
Lelaki yang menghabiskan waktu hanya untukku
Pria yang begitu mencintaiku,
Pria yang selalu menjadikanku permaisuri,
Pria yang rela melakukan apapun,
Pria yang tidak punya batas kelelahan untukku,
Manis..manis,
Jelas dimatamu,
Cinta yang dalam,
Rindu yang hangat,
dan rasa kehilangan bila ku tinggalkan.
Air matamu menjadi saksi,
saat kau begitu rindu,
saat kau menyadari betapa sayangnya,
saat kau mencoba menahan amarahmu.
Kau...hanya kau,
yang pantas,
yang mengerti,
yang ku akui sebagai suamiku tercinta.
Saturday, May 31, 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)